ReviewReviewReviewReviewReviewMengajar Balita Calistung?Jul 4, '07 8:11 AM
for everyone
Category:Other

Dalam peraturan pendidikan di Negara manapun mengatakan bahwa pembelajaran baca, tulis, dan berhitung (calistung) adalah di usia sekolah dasar, jelasnya dimulai umur enam tahun. Ee… di Negara kita Endonesia justru pergerakan pendidikan non pemerintah sedang berlomba mengajarkan calistung di TK bahkan plegrup. Suatu kali seorang ibu menunjukkan padaku buku anaknya yang TK. Dalam buku itu si anak menulis nulis kalimat-kalimat dalam bahasa Inggris, dan membuat hitungan penambahan sampai tiga digit yang jalannya ditambah ke bawah. He? Mataku membelalak. Ibunya bilang, tapi dia bisa.

Banyak testemoni (terutama dari yang punya sekolah) mengatakan begini saat terjadi debat: “Anak TK boleh saja diberi pelajaran calistung, asalkan tidak memaksa dan fun”.

“Lebih cepat lebih baik”. “Anak-anak bisa kok”. Bahkan sering ada iklan CD ROM pelajaran bahasa Inggris untuk anak-anak yang mengatakan katanya: sudah ada bukti ilmiah bahwa anak-anak lebih mudah mempelajari bahasa asing daripada orang dewasa. Jadi digempurlah anak-anak dengan bahasa asing (ini namanya menyalahgunakan dan mengatasnamakan penelitian). Dan….., saat aku mudik Endonesia kemarin kudapati banyak anak berbahasa belepotan antara bahasa Endonesa dan bahasa Inggris, dan gak tahu lagi mana bahasa ibu dan bahasa asing. Kadang si anak bertanya, bahasa Indonesianya apa? He…. Lho kelak bagaimana dalam memahami bacaan, sebagai pondasi keilmuan yang dipelajarinya?

Anak-anak bisa membaca, menulis, dan berhitung di usia yang begitu dini? Bahkan banyak orang tua yang saling berbagi mengajarkan bayi membaca dengan menggunakan flash card dan dot matriks. Katanya mumpung usia emas, nanti di usia 3 tahun otak selesai pertumbuhannya kalau gak dipakai sel otaknya mati. Malah ada seseorang yang beragumen bahwa otak anak sangat plastis bisa diisi tak terbatas. He…. Sungguh gelo, en bento banget pernyataan itu.

Alasan mengajarkan calistung di usia balita, katanya supaya siap di kelas satu SD. Lho kan kelihatan kalau kita ini rahayat Endonesia memang ketinggalan ilmu kependidikan. Nduk nduk…. Kesiapan pembelajaran itu bukan nyanguin sudah bisa calistung buat di kelas satu SD, tapi kematangan anak dalam menerima pembelajaran (school readiness).

Prasyarat berketrampilan belajaran adalah jika anak matang dalam:

1. Perkembangan bahasa dan bicara

Support anak kita dalam berkemampuan berbahasa dalam bentuk:

- pengucapan yang jelas
- bertanya dan menjawab pertanyaan
- mampu dengan baik mendengarkan orang lain berbicara
- mengerti dan memahami perintah

- bisa menunjukkan bahwa ia mencintai buku bacaan (bukan membacanya)
- memahami bahwa setiap huruf dan kata mempunyai arti bunyian
- mampu mengenali alphabet dan angka
- dapat menggambar dan mencoba menulis dengan cara mengkopi huruf2 (bukan menuliskan kalimat2)



2. Perkembangan kemampuan matematika

Support anak kita agar ia kelak mampu menempuh pelajaran matematika

- memisahkan berbagai benda (bentuk, warna, tekstur)
- menggunakan kata-kata untuk menunjukkan benda-benda tertentu dan apa kegunaannya
- dapat mengidentifikasi dan mengkopi pola-pola sederhana
- menggunakan kata-kata untuk menjelaskan posisi (atas, bawah, depan, belakang) dan urutan (pertama, kedua, selanjutnya)
- menghitung objek
- menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi dan memahami angka dan hubungan (lebih banyak, lebih sedikit, sama banyak, lebih besar, lebih kecil)


3. Perkembangan fisik

- ajari ia agar mempunyai kordinasi motorik kasar yang baik melalui kegiatan berlari, loncat, memanjat, keseimbang, menangkap dan melempar bola, dan seterusnya.
- Perkembangan motorik halus terutama kelenturan pergelangan tangan, kordinasi jari-jari dan kordinasi mata-tangan agar ia bisa menulis dengan baik dengan cara: pasang-buka kancing, menalikan tali sepatu, menggunting, menggambar, menempel-nempel, menusuk-nusuk, meronce, dan seterusnya
- Senantiasa menjaga kebersihan badan dan berpakaian rapih (mandi, gosok gigi)
- Selalu awas terhadap hal hal yang dapat membahayakan

4.Berkemampuan sains

Bukan berarti lalu diajarkan ilmu-ilmu atau sains seperti fisika, biologi dlsb, tetapi dalam hal ini adalah:
- Ajak agar ia tertarik pada lingkungan alam
- Mempunyai kebiasaan bertanya
- Membuat prediksi (memperkirakan hal-hal apa yang dapat terjadi)
- Memanfaatkan panca indera untuk mendapatkan informasi (data)
- Mengumpulkan informasi dan membicarakannya
- Melihat apa perbedaan dan persamaan dari informasi yang dikumpulkan
- Menjelaskan dengan bahasa bicara mengapa sesuatu dapat terjadi



5. Kepekaan sosial

- Jelaskan pada anak kita bagaimana manusia hidup, masa lalu, masa kini, dan di belahan dunia lain
- Cerita-cerita tentang berbagai budaya dan kebiasaan manusia dari beragam kelompok
- Ceritakan bagaimana manusia hidup dan memecahkan masalah hidup, kebiasaan mencari makan (industri, pertanian, pekerja), dan bagaimana manusia dapat hidup bersama-sama dalam suatu kelompok
- Bercerita tentang keluarga, famili, tetangga, dan lingkungan



6. Perkembangan sosial emosional

- Bagaimana bergaul dengan orang lain, bagaimana bersikap terhadap orang yang lebih tua, anak-anak, dan anak yang lebih kecil
- Bagaimana membangun dan menjaga persahabatan
- Bagaimana harus mengekspresikan emosi
- Bagaimana harus mengendalikan emosi
- Bekerjasama dalam kelompok, membangun peraturan bermain bersama, saling memberi dan menerima, menunggu giliran, dan menghormati anggota kelompok lainnya
- Bagaimana memulai kegiatan dan mengakhirinya
- Tahu artinya tanggung jawab atas apa yang diperbuatnya

7. Seni

- menggambar, bernyanyi, dansa, bermain sandiwara, pekerjaan tangan, dlst

8. Disiplin

Buatkan kegiatan terstruktur seperti jam mandi, makan, bermain, cuci tangan sebelum makan, dan gosok gigi.

9. Etika dalam pergaulan

Memberi salam, berterima kasih, minta maaf, dan seterusnya.





Hal-hal di atas adalah school readiness untuk anak-anak pada umumnya, secara garis besar untuk kelompok anak normal, tapi untuk anak yang mempunyai perkembangan acakadut baik yang perkembangannya lompat ke depan maupun tertinggal, dongengnya lain perkara. Jangan disama-samakan. Dan jangan membuat satu kasus digeneralisasi. Hal hal di atas dibutuhkan agar ia mampu mencapai prestasi secara optimal di sekolah. Gangguan perkembangan kematangan sosial emosional saja dapat menyebebabkan ia di buly buly atau diejek-ejek oleh temannya bisa menyebabkan rasa aman dan ketenangannya bersekolah terganggu, akibatnya ia enggan mengasah otaknya di sekolah...

Bagaimana akibatnya jika anak terlalu dini diajar calistung, apa akibatnya, dan bagaimana dampak tumbuh kembangnya ? Entar lain kali lagi dongengnya.


http://juliavantiel.multiply.com/journal/item/31

19 CommentsChronological   Reverse   Threaded
rajasidi wrote on Jul 4, '07
miss you adikku sayang!!!!
prajuritkecil wrote on Jul 4, '07
coklaaaaat
rajasidi wrote on Jul 4, '07
huuh!!
orinkeren wrote on Jul 4, '07
makanya orin mo home scholling aja, biar gak ikut2an edun ngikutin lomba balap setan kek gitu. mo alon2 kelakon, yang penting buat manusia itu khan life skill ya...
niwanda wrote on Jul 4, '07
*langsung kopi ke word & simpen di flashdisk*
prajuritkecil wrote on Jul 4, '07
hahahaaha...lomba balap setan dibilang....:P
lindast wrote on Jul 4, '07
Pembelajaran anak adalah alami.....
Jika ada stimulasi maka akan terjadi proses menuju aksi. Bukan berarti kita mendiamkan anak2 kita tanpa pembelanjaran kan?
Karena terkadang yang membuat kenapa sekolah2 balita itu spt itu karena tuntutan dari orangtuanya yang ga mau sibuk memberi pelajaran di rumah kepada anak2nya. Ujung-ujungnya menyerahkan sepenuhnya ke sekolah atau taman bermain.
arkinitur wrote on Jul 5, '07
Ada sebuah contoh, ga jauh-jauh, di dunia olahraga (krn lingkup kerjaan gw di tabloid olahraga), sepakbolalah contoh kasarnya. Lihat, anak2 yg dikirim ke kej dunia Danone Football untuk u-11 itu, Indonesia mampu bicara hingga tingkat dunia. Namun coba lihat gimana prestasinya saat di u-21 u-23, keok semua. Knapa itu bisa terjadi, karena mayoritas tim yg dikirim saat usia dini, nyolong umur semua. Gimana ga hebat kalo tendangan anak yg 13-14 taon Indonesia dibandingin ama anak u-10 11 taonan negara lain. Umurnya aja beda udah pasti kemampuannya pasti beda.
Contoh lainnya ya itu, saat primavera berlangsung di Genoa, Italia 1994 dimana Timnas PSSI berlatih di sana. Ada sebuah fakta yg tetap terpatri hingga kini, Kurniawan Dwi Julianto adalah peringkat kedua top skor yang hanya beda 1-2 gol dibanding sang topskorernya, mau tau siapa dia?Allesandro Del Piero. Kita kemudian tahu Del Piero jadi apa dan Kurniawan jadi apa. Ngapain juga anak-anak kecil di bikin kayak robot sementara pas gedenya kayak gedebong pisang, ompong isinya. Proses pengisian batere pada anak kan berjenjang butuh proses. Tua pada waktunya lebih baik, ketimbang sok tua pas usia muda. Gw sendiri rada ga enak tatkala anak gw yg gede Diandra yg juli ini belum genap 14 tapi udah masuk jenjang kelas 3 SMP, gw kira kecepatan dia. Tapi gapapa deh kalo dia ga terlalu kenceng banget di sekolah. Soalnya gw berkaca sama 3 org temen sma gw yg dulu masuk kategori preman sekolah toh jadi juga mereka, yg satu Dandim di Tasikmalaya, satunya wiraswasta sekaligus uztad di Cianjur sana bahkan satunya lagi malang melintang ke Malaysia dan beberapa negara lainnya. Ibarat kate nasib ga signifikan korelasinya dengan kemampuan calistung di usia dini.
prajuritkecil wrote on Jul 5, '07
Ibarat kate nasib ga signifikan korelasinya dengan kemampuan calistung di usia dini

sepakat om, makanya suka miris liat anak-anak sekolah hidup dari satu les ke les yang lainnya.

jadi mikirin adilia udah gede gimana....
orinkeren wrote on Jul 5, '07
adilia gede di home schooling ajah, hehehehehehehheheehe
metafora wrote on Jul 5, '07
aaaaaahh... aku jd parnoooo
lukybogor wrote on Aug 21, '07
Hallo mbak Ira...sorry baru maen maen ke sini lagi...eh nemu artikel yang bagus......tks banget, sangat berguna. Boleh dishare ke temen-temenku gak mbak?? aku pasti cantumin identitas blognya lengkap...
prajuritkecil wrote on Aug 21, '07
boleh aja, dicantumin link dari ibu julia yaaa
f2rrel wrote on Aug 21, '07
ReviewReviewReviewReview
Tulisan yang sangat berguna. Mohon ijin untuk copy dan tempel di dinding kamar. He..he..
Salam kenal
prajuritkecil wrote on Aug 21, '07
silakan
annarahadian wrote on Aug 22, '07
dilematis juga...di satu sisi, pemerintah melarang calisting diajarin di TK, tapi ketika mau masuk SD, ada tes baca tulis. Kalo si anak belum bisa calistung, dia akan ketinggalan jauh.
prajuritkecil wrote on Aug 23, '07
yang ajaib kan sekolahannya...
azizasf wrote on Jan 16
mbak terima kasih artikelnya ya
prajuritkecil wrote on Jan 16
iya... alhamdulillah kalo bermanfaat
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help