Blog EntryUstad Rahmat Abdullah dalam bayanganku...Jun 14, '05 12:40 PM
for everyone

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. 89:27-30)

 

Freedom!

Itu yang diucapkan Ustad Rahmat, saat Ustad Hilmi mengumumkan Ketua Majelis Pertimbangan Partai yang baru di Konferensi Pers hasil Musyawarah Majelis Syuro PKS.

Merdeka!

Itukah yang dirasakan orang-orang besar? Jabatan tidak membuatnya kegirangan dan lantas memperkaya diri. Bahkan sebaliknya, meletakkan jabatan seakan melepas segala beban berat di pundak. Menjadi orang merdeka…

Ustad Rahmat… yang sekalipun sudah menjadi anggota dewan, masih saja berjalan dari Bangka dan menyetop Kopaja di jalan Mampang Raya. Yang di tiap acara aksi, dia hadir menutup acara dengan untaian doa penyejuk dada. Yang bagi Ira, tanpa dia berkata sekalipun, kehadirannya sudah merupakan taushiyah.

Maluuu…. Jika bertemu dengan Ustad Rahmat… padahal Ira yakin dia gak kenal Ira. Maluu…. Karena dia sudah berbuat besar untuk da’wah dan umat, sedangkan Ira masih belum buat apa-apa. My lovely husband bilang, ketemu beliau aja kita sudah malu hati ya… bagaimana jika kita bertemu Rasulullah…? Hendak dihadapkan kemana wajah ini.

Hari ini… berita duka itu datang….

Ustad Rahmat yang buku-buku tulisannya tersebar di jajaran rak-rak toko buku, kembali pada sang KhalikNya… Usai partai ini memerdekakan dirinya dari amanah penting, Ketua MPP, Allah pun memerdekakan dirinya dari segala urusan dunia. Kembali padaNya… dan kuyakin… Ustad Rahmat telah anggun di hadapan Rabb tercintaNya…

Hujan mengiringi kepergian lelaki dengan tutur lembut penuh arti ini… yang candanya pun selalu terdengar indah. Kalimat penuh bunganya selalu mampu memecut diri untuk senantiasa mempercantik diri saat kembali pada Rabb nanti….

Duhai Allah… satu lagi kekasihMu KAU ambil kembali…

Sungguh da’wah ini kembali kehilangan pelita ilmunya…

Namun cinta kami tentulah tidak sebanding dengan cintaMu pada kekasih hati kami, Ustad Rahmat Abdullah…

Meski berat… tak ada kata tak rela melepas kembalinya beliau menghadapMu….

Duhai Allah… kuatkan kami, untuk membentuk Ustad Rahmat-Ustad Rahmat yang baru demi kejayaan dien ini….

 

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu'anhu wa
akrim nuzulahu, wawassi' mad khalahu wagh sil hu bi maa’in, watsaljin,
wabarodin, wanaqqihi minal kha thaaya, kamaa yunaq qotstsaubul abyadhu minad danas, wa abdil hu daaran khairan min daarihi, wa ahlan
khairan min ahlihi, waqihi fit natal qabri wa'adzaabannaari."

(Ya Allah, ampuni dan kasihanilah ia, sejahterakanlah ia dan maafkan dan hormatilah kedatangannya, lapangkanlah tempat kediamannya, dan bersihkanlah ia dengan air, es dan embun, serta bersihkanlah ia dari
dosa-dosanya sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Juga gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada rumahnya dahulu, gantilah keluarganya dengan yang lebih baik daripada
keluarganya dulu, Dan peliharalah ia dari petaka kubur dan siksa neraka). (dari HR Muslim)

"Allahumma inna , Ust Rahmat Abdullah fi dzimmatika wahabli jawaarika faqihi min fitnatil qobri, wa'adzaa bin naari wa anta ahlul wafaa'i wal haqqi, Allahumma faghfirlahu warhamhu fainnaka antal ghafuurur rahiimu."

Ya Allah, sesungguhnya, Ust Rahmat Abdullah, berada dalam jaminan dan tali pelindungan-Mu. Maka lindungilah ia dari fitnah (bencana) kubur dan siksa neraka. Engkaulah yang Maha memenuhi janji dan memiliki kebenaran. Ya Allah, ampuni dan kasihanilah ia, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.(dari HR Ahmad dan Abu Daud).

 

 

.....Rabu malam di DPW PKS DKI, tepatnya di ruang media bertemankan suami tercinta. di tengah suasana duka karena kepergian syaikhut tarbiyah, datang kabar duka berikutnya.. jam 11 malam, HP berbunyi mengabarkan... Allah pun telah memanggil kembali salah satu kekasih kepadaNya.... Akhina Ahmad Sodik....



17 CommentsChronological   Reverse   Threaded
iprillia wrote on Jun 14, '05
Innalillahi wa innailaihi rojiun.
helvytr wrote on Jun 14, '05
Salah satu sosok teladan kita yang luar biasa. Sukar dicari tandingannya...interaksi2 dengan beliau selalu bercahaya...selamat jalan Ustadz...pergilah ke tempat terindah yang dijanjikanNya bagi hambaNya yang beriman dan beramal saleh senantiasa. Amiin.
birunyalangit wrote on Jun 14, '05
Innalillahi wa inna ilahi rajiun..

Semoga segala amal dan kebaikan beliau diterima oleh Allah swt dan diberikan ganjaran dengan sebaik-baik balasan...
mfmahdi wrote on Jan 24, '06
"Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik,
bahwa bagi mereka disediakan surga-sura yang mengalir sungai-sungai didalamnya.
Setiap mereka diberi rizqi buah-buahan dalam surga-surga itu,
mereka mengatakan, "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu."
Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya
ada istri-istri yang suci dan mereka kekal didalamnya" - QS:Al-Baqarah(2):25
okalaksana wrote on Mar 2, '06
jadi sedih deh bacanya... ya ustadz bisakah kelak kita bertemu?? :((
prajuritkecil wrote on Mar 3, '06
iya nie pak...masih sering tersedu-sedu jika mengenang beliau almarhum...
armanbelajar wrote on Mar 10, '06
Ketika aku merindukan engkau.... Biarlah pelita ada di hatiku.....
okalaksana wrote on Dec 14, '07
tetep bolak balik baca blog ini :((
prajuritkecil wrote on Dec 16, '07
tetep sedih ya...
wawan14 wrote on May 2
cuplikan film tentang Ust. Rahmat Abdullah dah bisa lihat tuh di www.iqro.or.id
prajuritkecil wrote on May 2
meluncurrrr
julcahya wrote on May 19
assalamu'alaikum wr wb ...

salam kenal dan salam ukhuwah ...

tiba2 saya merindukan sosok beliau ...
rindu untuk menatap teduh wajah nya
rindu untuk mendengar tausyiah nya
untuk ustadz rahmat abdullah ...
rindu ...
prajuritkecil wrote on May 20
iya... saya pun selalu merindunya
dirboy wrote on Jun 1
sampai sekarang, smua kisah terkait ust Rahmat Abdullah, baik dalam bentuk pengalaman pribadi, maupun biografi, gak pernah lekang oleh zaman, selalu berhasil meruntuhkan kerasnya hati ini disaat sulit sekali disadarkan.

Thx for sharing sis!
menantisyahid wrote on Jun 1
in memoriam syaikhut tarbiyah :
Sang Murabbi

Merangkum hati yang terserak
Menggenggam yang terlepas
Meretas gagasan menjadi kenyataan
Menapak jejak tak tergoyahkan
Menatap dengan kesejukan
Menegur dalam cinta
Bersemangat namun syahdu
Diiring doa sunyi
Kami rindu
Haus dahaga tak terperi
Pada sosoknya
Sang murabbi yang dicintai
Masihkah ada?...

(Aa Gun+tari)
http://menantisyahid.blogspot.com
http://mentaridakwah.blogspot.com
prajuritkecil wrote on Jun 2
dirboy said
sampai sekarang, smua kisah terkait ust Rahmat Abdullah, baik dalam bentuk pengalaman pribadi, maupun biografi, gak pernah lekang oleh zaman, selalu berhasil meruntuhkan kerasnya hati ini disaat sulit sekali disadarkan.

Thx for sharing sis!
sama-sama...
enamelku wrote on Jul 22
Salam kenal...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help