Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Rabbmu dengan hati yang puas lagi diridhoi-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. 89:27-30)
Freedom!
Itu yang diucapkan Ustad Rahmat, saat Ustad Hilmi mengumumkan Ketua Majelis Pertimbangan Partai yang baru di Konferensi Pers hasil Musyawarah Majelis Syuro PKS.
Merdeka!
Itukah yang dirasakan orang-orang besar? Jabatan tidak membuatnya kegirangan dan lantas memperkaya diri. Bahkan sebaliknya, meletakkan jabatan seakan melepas segala beban berat di pundak. Menjadi orang merdeka…
Ustad Rahmat… yang sekalipun sudah menjadi anggota dewan, masih saja berjalan dari Bangka dan menyetop Kopaja di jalan Mampang Raya. Yang di tiap acara aksi, dia hadir menutup acara dengan untaian doa penyejuk dada. Yang bagi Ira, tanpa dia berkata sekalipun, kehadirannya sudah merupakan taushiyah.
Maluuu…. Jika bertemu dengan Ustad Rahmat… padahal Ira yakin dia gak kenal Ira. Maluu…. Karena dia sudah berbuat besar untuk da’wah dan umat, sedangkan Ira masih belum buat apa-apa. My lovely husband bilang, ketemu beliau aja kita sudah malu hati ya… bagaimana jika kita bertemu Rasulullah…? Hendak dihadapkan kemana wajah ini.
Hari ini… berita duka itu datang….
Ustad Rahmat yang buku-buku tulisannya tersebar di jajaran rak-rak toko buku, kembali pada sang KhalikNya… Usai partai ini memerdekakan dirinya dari amanah penting, Ketua MPP, Allah pun memerdekakan dirinya dari segala urusan dunia. Kembali padaNya… dan kuyakin… Ustad Rahmat telah anggun di hadapan Rabb tercintaNya…
Hujan mengiringi kepergian lelaki dengan tutur lembut penuh arti ini… yang candanya pun selalu terdengar indah. Kalimat penuh bunganya selalu mampu memecut diri untuk senantiasa mempercantik diri saat kembali pada Rabb nanti….
Duhai Allah… satu lagi kekasihMu KAU ambil kembali…
Sungguh da’wah ini kembali kehilangan pelita ilmunya…
Namun cinta kami tentulah tidak sebanding dengan cintaMu pada kekasih hati kami, Ustad Rahmat Abdullah…
Meski berat… tak ada kata tak rela melepas kembalinya beliau menghadapMu….
Duhai Allah… kuatkan kami, untuk membentuk Ustad Rahmat-Ustad Rahmat yang baru demi kejayaan dien ini….
Allahummaghfirlahu warhamhu wa'aafihi wa'fu'anhu wa
akrim nuzulahu, wawassi' mad khalahu wagh sil hu bi maa’in, watsaljin,
wabarodin, wanaqqihi minal kha thaaya, kamaa yunaq qotstsaubul abyadhu minad danas, wa abdil hu daaran khairan min daarihi, wa ahlan
khairan min ahlihi, waqihi fit natal qabri wa'adzaabannaari."
(Ya Allah, ampuni dan kasihanilah ia, sejahterakanlah ia dan maafkan dan hormatilah kedatangannya, lapangkanlah tempat kediamannya, dan bersihkanlah ia dengan air, es dan embun, serta bersihkanlah ia dari
dosa-dosanya sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Juga gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada rumahnya dahulu, gantilah keluarganya dengan yang lebih baik daripada
keluarganya dulu, Dan peliharalah ia dari petaka kubur dan siksa neraka). (dari HR Muslim)
"Allahumma inna , Ust Rahmat Abdullah fi dzimmatika wahabli jawaarika faqihi min fitnatil qobri, wa'adzaa bin naari wa anta ahlul wafaa'i wal haqqi, Allahumma faghfirlahu warhamhu fainnaka antal ghafuurur rahiimu."
Ya Allah, sesungguhnya, Ust Rahmat Abdullah, berada dalam jaminan dan tali pelindungan-Mu. Maka lindungilah ia dari fitnah (bencana) kubur dan siksa neraka. Engkaulah yang Maha memenuhi janji dan memiliki kebenaran. Ya Allah, ampuni dan kasihanilah ia, karena Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.(dari HR Ahmad dan Abu Daud).
.....Rabu malam di DPW PKS DKI, tepatnya di ruang media bertemankan suami tercinta. di tengah suasana duka karena kepergian syaikhut tarbiyah, datang kabar duka berikutnya.. jam 11 malam, HP berbunyi mengabarkan... Allah pun telah memanggil kembali salah satu kekasih kepadaNya.... Akhina Ahmad Sodik....